Sejak Ibu meninggal dunia, Tiga Dara diboyong ayah mereka, Krisna, ke timur Flores, ke sebuah kota kecil di tepi pantai. Mereka membangun sebuah butik hotel cantik, melanjutkan cita-cita sang ibu.
Gendis (32), anak pertama, memiliki kegenaran memasak. Semua energinya ia curahkan untuk urusan kuliner. Ella (28), anak kedua yang supel dan ramah, memilih untuk mengepalai bagian public relation dan marketing. Ella memiliki pengagum yaitu Bima (32), tetangga mereka ketika masih di Jakarta, yang siap bekerja memotret gratis untuk hotel baru milik keluarga itu. Yang terpenting untuk Bima adalah menikmati setiap kesempatan berada di dekat Ella. Bebe (19), anak ketiga, cerdas, blak-blakan, dan berjiwa bebas. Bebe juga paling dekat dengan penduduk lokal. Ia sering menjadi relawan mengajar anak-anak SD sekitar.







